1. Apa Itu Autism ?

Autism adalah gangguan yang terjadi di otak seseorang sehingga memiliki cara kerja pengembangan otak yang lamban. Autism berasal dari kata “Auto” memiliki arti diri sendiri yang berarti anak tersebut hanya tertarik dunia yang mereka buat sendiri. Gejalanya mulai terlihat sebelum anak berusia 3 tahun.

Bahkan pada gejala autistik telah ada semenjak lahir. Sebanyak 75%-80% penyandang autis ini memiliki keterbelakangan mental, sementara 20% dari mereka mempunyai keterampilan yang cukup tinggi pada bidang tertentu.

Anak penyandang autistik memiliki masalah atau gangguan dalam bidang komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, dan emosi. Kelahiran anak secara autis bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab.

2. Penyebab Anak Mengalami Hiperaktif

Hal ini menyebabkan kondisi anak menjadi berbeda dengan yang lainnya. Berikut penyebab anak autis dan hiperaktif, antara lain:

1. Pra Kelahiran

Pada saat sebelum proses melahirkan, anak bisa berpotensi memiliki anak autisme. Hal ini bisa saja disebabkan karena pertumbuhan sel pada janin belum sempurna sehingga anak saat melahirkan dan tumbuh besar menjadi tidak normal.

2. Pola Makan

Pola makanan seorang ibu turut berpengaruh sang anak lahir secara autisme atau normal. Makanan yang bergizi akan memiliki peluang anak lahir dengan pertumbuhan otak normal. Makanan yang mengandung zat kimia seperti mie instan atau makanan penuh bahan pengawet tidak baik untuk pertumbuhan saat masih di dalam kandungan hingga proses kelahiran.

3. Obat

Obat pada umumnya mengandung zat aktif yang memberikan efek samping pada tubuh yang sedang mengonsumsi obat tersebut. Agar mencegah anak lahir dengan autisme, seorang ibu harus mengonsultasikan obat dan dosis penggunaan kepada dokter yang ahli.

4. Lingkungan

Lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan memengaruhi kesehatan ibu dan berdampak kepada janin yang berada di rahim. Hal ini bisa menginfeksi daya tahan tubuh ibu sehingga saat kelahiran, anak menjadi lahir secara tidak normal.

5. Genetik

Apabila keluarga memiliki keturunan yang pernah menderita autisme, maka ini juga berpotensi sang anak akan menderita autisme.

Untuk mencegah semua penyebab tersebut, orang tua harus memperhatikan kembali pola makan dan lingkungan. Orang tua harus secara rutin memeriksakan kondisi kandungan sehingga perkembangan otak anak saat lahir bisa normal.